Bahasa Indonesia
Cara pakai kalkulator IPK dan nilai
Kalkulator IPK ini punya tiga tab. IPS / IPK menghitung indeks prestasi semester dan kumulatif dari SKS dan nilai huruf (atau nilai angka 0–100). Nilai akhir menggabungkan tugas, kuis, UTS, praktikum, dan UAS sesuai bobot dari dosen. Nilai UAS menjawab pertanyaan yang paling sering muncul menjelang ujian: UAS harus dapat berapa supaya nilai akhirnya A.
- Pilih skala nilai kampusmu di bagian Skala nilai. Ada A/AB/B/BC/C/D/E dan A/A-/B+/B/B-/C+/C/D/E, dan semua angka bisa diubah.
- Isi mata kuliah, SKS, dan nilainya seperti di KHS. Kalau yang kamu punya baru nilai angka, pilih Angka 0–100 dan kalkulator mengubahnya jadi huruf.
- Isi IPK dan SKS sebelumnya untuk melihat IPK baru, lalu target IPK untuk tahu IPS yang perlu kamu kejar.
Isian tersimpan di browser ini saja, jadi bisa kamu buka lagi setelah nilai semester depan keluar.
Bagaimana cara menghitung IPS?
IPS adalah rata-rata bobot nilai yang ditimbang dengan SKS. Kalikan SKS tiap mata kuliah dengan bobot hurufnya (ini disebut mutu), jumlahkan, lalu bagi dengan total SKS.
Contoh satu semester dengan skala A/AB/B: Kalkulus I 3 SKS nilai A (3 × 4 = 12), Fisika Dasar 3 SKS nilai B (9), Bahasa Inggris 2 SKS nilai AB (7), Pengantar Teknik 2 SKS nilai A (8), Praktikum Fisika 1 SKS nilai BC (2,5), dan Pendidikan Agama 2 SKS nilai A (8). Total mutunya 46,5 dari 13 SKS, jadi IPS = 46,5 ÷ 13 = 3,58.
Perhatikan Fisika Dasar. Satu nilai B di mata kuliah 3 SKS menurunkan IPS lebih banyak daripada BC di praktikum 1 SKS. Kalau waktumu terbatas, prioritaskan mata kuliah dengan SKS besar.
Nilai AB, BC, A-, B+ itu bobotnya berapa?
Bobot huruf cukup seragam, tapi rentang angkanya berbeda di tiap kampus. Dua skala yang paling sering dipakai di perguruan tinggi Indonesia kira-kira seperti ini (rentang angka adalah skala bawaan di kalkulator, sesuaikan dengan pedoman akademik kampusmu):
| Huruf | Bobot | Nilai angka (bawaan) |
|---|---|---|
| A | 4,0 | 80–100 |
| AB | 3,5 | 73–79 |
| B | 3,0 | 65–72 |
| BC | 2,5 | 60–64 |
| C | 2,0 | 50–59 |
| D | 1,0 | 40–49 |
| E | 0 | di bawah 40 |
| Huruf | Bobot | Nilai angka (bawaan) |
|---|---|---|
| A / A- | 4,0 / 3,7 | 85–100 / 80–84 |
| B+ / B / B- | 3,3 / 3,0 / 2,7 | 75–79 / 70–74 / 65–69 |
| C+ / C | 2,3 / 2,0 | 60–64 / 55–59 |
| D / E | 1,0 / 0 | 40–54 / di bawah 40 |
Satu hal yang sering bikin bingung: nilai 79,6 bisa jadi A di kampus yang membulatkan, tapi tetap AB di kampus yang tidak. Kalkulator ini tidak membulatkan sebelum mencari huruf, jadi 79,6 tetap AB pada skala bawaan.
Bagaimana cara menghitung IPK?
Jangan merata-ratakan IPS. IPK dihitung dari seluruh mutu dibagi seluruh SKS, jadi semester dengan SKS lebih banyak lebih berpengaruh. Misalnya IPK sampai semester lalu 3,42 dari 40 SKS, berarti total mutunya 136,8. Ditambah semester ini 46,5 mutu dari 13 SKS, IPK baru = (136,8 + 46,5) ÷ 53 = 3,46.
Berapa IPS yang dibutuhkan untuk target IPK?
Isi target IPK dan rencana SKS semester depan. Dengan 53 SKS dan IPK 3,46, untuk mencapai IPK 3,50 setelah 20 SKS lagi kamu butuh IPS sekitar 3,61. Makin banyak SKS yang sudah kamu tempuh, makin berat menggeser IPK, jadi target yang realistis lebih berguna daripada target yang mustahil.
Cara menghitung nilai akhir dari tugas, UTS, dan UAS
Kalikan tiap nilai dengan bobotnya lalu jumlahkan. Misalnya dosen menetapkan tugas 20%, kuis 10%, UTS 30%, praktikum 10%, dan UAS 30%. Dengan tugas 85, kuis 78, UTS 72, dan praktikum 88, poin yang sudah masuk adalah 17 + 7,8 + 21,6 + 8,8 = 55,2 dari 70% bobot. Nilai sementaramu 55,2 ÷ 70 × 100 = 78,86, alias AB pada skala bawaan. Untuk dapat A (80), UAS-nya harus rata-rata 82,67.
Berapa nilai UAS yang dibutuhkan?
Dengan nilai sementara 76 dan bobot UAS 40%, supaya nilai akhir 80 kamu butuh UAS minimal (80 − 76 × 0,6) ÷ 0,4 = 86. Tabel ini menunjukkan seberapa besar pengaruh bobot UAS untuk nilai sementara yang sama:
| Bobot UAS | Target 80 | Target 70 | Target 60 |
|---|---|---|---|
| 25% | 92 | 52 | 12 |
| 30% | 89,3 | 56 | 22,7 |
| 40% | 86 | 61 | 36 |
| 50% | 84 | 64 | 44 |
Kalau hasilnya di atas 100, target itu sudah tidak terkejar lewat UAS saja. Isi kotak Kalau nilai UAS-ku dengan perkiraan yang jujur untuk melihat nilai akhir yang paling mungkin kamu dapat. Nilai di SIAKAD atau KHS tetap yang berlaku kalau ada perbedaan pembulatan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menghitung IPS?
Kalikan SKS tiap mata kuliah dengan bobot nilainya, jumlahkan, lalu bagi dengan total SKS. Contoh di kalkulator ini: total mutu 46,5 dari 13 SKS, jadi IPS = 46,5 ÷ 13 = 3,58.
Bagaimana cara menghitung IPK?
Jumlahkan seluruh mutu dari semester lama dan baru, lalu bagi dengan seluruh SKS. IPK 3,42 dari 40 SKS ditambah IPS 3,58 dari 13 SKS hasilnya (136,8 + 46,5) ÷ 53 = 3,46, bukan rata-rata biasa dari 3,42 dan 3,58.
Nilai AB itu berapa?
Di kampus yang memakai huruf A, AB, B, BC, C, D, E, nilai AB berbobot 3,5. Rentang angkanya berbeda per kampus; skala bawaan di sini memakai 73 sampai di bawah 80, dan bisa kamu ubah.
Bobot nilai A-, B+, dan B- berapa?
Pada skala A, A-, B+, nilai A- berbobot 3,7, B+ 3,3, B 3,0, dan B- 2,7. Pilih skala itu di bagian Skala nilai kalau kampusmu memakainya.
Berapa nilai UAS yang dibutuhkan supaya dapat A?
Nilai UAS minimal = (target − nilai sementara × (1 − bobot UAS)) ÷ bobot UAS. Dengan nilai sementara 76, bobot UAS 40%, dan target 80, kamu butuh UAS minimal 86.
Bagaimana cara menghitung nilai akhir dari tugas, UTS, dan UAS?
Kalikan tiap nilai dengan bobotnya lalu jumlahkan. Tugas 85 (20%), kuis 78 (10%), UTS 72 (30%), dan praktikum 88 (10%) memberi 55,2 dari 70% bobot, jadi nilai sementara 78,86 sebelum UAS.
Berapa IPS yang dibutuhkan untuk mencapai target IPK?
IPS yang dibutuhkan = (target IPK × total SKS nanti − total mutu sekarang) ÷ SKS semester depan. Dengan 53 SKS dan total mutu 183,3, untuk IPK 3,50 setelah 20 SKS lagi kamu butuh IPS 3,61.